Bingung Memilih Jurusan

Halo semuanya..

Di post aku yang pertama ini, aku ingin menceritakan tentang pengalaman ku ketika ingin memilih jurusan pada tahun 2014 dulu. Happy Reading !!

Kali ini aku mau bercerita tentang pengalaman aku saat akhir SMA dan mau masuk ke perguruan tinggi. Jadi begini, saat di SMA aku adalah seseorang yangg.. biasa aja sih sebenarnya, wkwk. Tapi lumayan aktif suka ikut organisasi dan suka ikut lomba-lomba. Saat itu, lomba yang paling bergensi yang pernah aku ikut adalah olimpiade pasar modal tingkat provinsi, dan Alhamdulillah dapat juara 1 (haha, padahal aku kelas IPA, seharusnya ini perlombaan anak IPS ya kan..). Actually, i can’t believe it. Ketika diumumkan pemenang, aku mendapat juara 1 tingkat provinsi dan mewakili Aceh ke tingkat nasional, aku bertanya kepada teman ku yang juga ikut lomba ini juga “ini bukan mimpi kan?. Karna jujur ini pertama kalinya aku ikut lomba bidang IPS yang sebenarnya aku adalah jurusan IPA di SMAN 4 Banda Aceh. Akhirnya aku melangkah maju ke tingkat nasional, dan singkat cerita aku cuma bisa berada di posisi 12 dari 33 teman di seluruh provinsi di Indonesia (aku ga ceritain lebih lanjut tentang lomba ini ya). Nah, itu salah satu perlombaan yang aku ikuti, poin yang ingin aku sampaikan adalah aku memiliki banyak sertifikat yang bisa menjadi bekal buat tes masuk perguruan tinggi jalur SNMPTN. Karena pada saat itu, ketika kita mendaftar jalur SNMPTN, selain nilai rapor, sebagai pendukung kita juga harus mengimput hal-hal lain seperti sertifikat yang bisa menambah nilai. Dengan bekal itu aku pun dengan percaya diri memilih Institut Pertanian Bogor sebagai pilihan pertama yang akan menjadi kampus ku nantinya, pilihan selanjutnya adalah pendidikan dokter di Universitas Syiah Kuala, pokoknya pilihan ku saat itu luar biasaa tingginya. Saat pengumuman SNMPTN dengan hati dag dig dug, aku membuka website dan hasilnya …

.

“MAAF ANDA TIDAK LULUS SNMPTN”

.

Aku zoom sekali lagi : “MAAF ANDA TIDAK LULUS SNMPTN”

.

Membaca kalimat singkat itu hati ku retak, hancur berkeping-keping (wkwk, lebay sedikit gpp kan). Aku langsung patah semangat. Dan merasa tidak percaya diri lagi. Apakah ini karena kesombongan?? Karena Allah dan Rasul tidak suka dengan pribadi yang memiliki sifat sombong meski hanya sebutir biji sawi.  Kemudian saat menyambut SBMPTN, aku berusaha baik-baik saja, aku terus berusaha belajar dan berdoa. Saat itu aku tes di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Aku sudah patah semangat dan tidak mau lagi memilih jurusan tinggi lagi seperti kedokteran, saat itu pilihan pertama ku adalah MIPA Biologi, pilihan kedua Ekonomi Islam dan terakhir Pendidikan bahasa inggris (semua jurusan itu aku pilih di Unsyiah) . Ya, saat tes SBMPTN aku memilih IPC (inilah kelebihan jurusan IPA saat SMA, karena ketika tes SBMPTN kita juga bisa memilih jurusan IPS, hehe). Setelah hari tes, aku terus berdoa. Tapi pada saat itu, sebelum pengumuman di Unsyiah, UIN Ar-Raniry (salah satu Universitas Islam Negeri yang ada di Aceh juga akan melakukan ujian masuk. Aku bingung, karena aku sangat takut tidak lulus di Unsyiah. Setelah banyak pertimbangan, aku pun kemudian juga ikut tes di UIN dengan pilihan pertama Tarbiyah Bahasa Inggris (karena jurusan ini paling bagus di UIN dan paling banyak di minati). Dengan bismillah, aku ikut ujian di UIN. Setelah beberapa hari kemudian, pengumuman di Unsyiah pun tiba, dengan hati dag dig dug der lagi, aku buka hasilnya di website:

“SELAMAT ANDA LULUS DI JURUSAN EKONOMI ISLAM UNSYIAH”

Meskipun tidak 100 % senang lulus di jurusan itu, karena itu adalah pilihan kedua, tapi aku juga bersyukur karena Allah tidak membiarkan aku untuk nganggur (wkwk, kalau ga lulus otomatis aku nganggur dong). Tidak cukup hanya disitu nikmat yang diberikan Allah, aku juga mendapat beasiswa di UNSYIAH. Tidak lama setelah itu pengumuman di UIN dengan hasil:

“SELAMAT ANDA LULUS DI JURUSAN TARBIYAH BAHASA INGGRIS UIN AR-RANIRY”

Alhamdulillah.. ini nikmat yang bertubi-tubi. Setelah satu kegagalan di SNMPTN, aku diberi dua keberhasilan. Namunnn… ada hal lain yang membuat aku semakin bingung. Mana yang harus aku pilih? Unsyiah dengan beasiswanya tapi jurusannya tidak terlalu aku suka, atau UIN dengan jurusan yang aku suka, tapi aku harus bayar sendiri. Bayar sendiri ini berat, karena aku berasal dari keluarga yang sederhana. Akhirnya aku berpikir, manakah yang harus aku pilih (aku lupa saat itu aku ada shalat Istikarah atau tidak, hehe) *Istikarah adalah shalat yang kita lakukan ketika kita hendak memilih salah satu diantara dua pilihan, seperti milih jodoh misalnya, hehe. Akhirnya keputusanku pun jatuhh kepadaaaaa…..jreng jreng jrennggggg.

“UNTUK MENGETAHUI APA KEPUTUSANKU, BACA DI POST SELANJUTNYA”

eits.. sebelum baca post selanjutnya, berdasarkan pengalaman, aku mau bagi tips untuk kalian bagimana baiknya memilih suatu jurusan:

  • Lihat bakat dan minat kalian (sebenarnya ini saat SMA udah harus dilihat, maka saat memilih jurusan di SMA IPA atau IPS, maka itu akan memudahkan kalian memilih jurusan saat kuliah. Jangan seperti aku ya, SMA IPA, tapi pas kuliah udah milih IPS. nahh jika di SMA sudah mantap IPA atau IPS, maka saat kuliah jika kalian SMA nya IPA, tinggal list aja jurusan kuliah yang IPA misalnya kedokteran, teknik, MIPA, dsb. Jika pilihan jurusan sesuai dengan minat dan bakat kalian, maka dijamin kuliah ga bakalan membosankan karena kalian menikmatinya, itu memang Passionnya kalian)
  • Ikuti Kata Hati dan juga lihat prospek kerja kedepan (nah,, ini sebenarnya hampir sama, tapi kalian harus camkan jangan sampai jika ditanya, kenapa kamu milih jurusan ini? karena disuruh orang tua, atau ikut teman. Stop it Guys, jangan sampe kalian milih jurusan karena alasan diatas, karena kuliah nantinya kalian sendiri yang akan menjalani, bukan orang tua, keluarga maupun teman. jadi benar-benar harus kata hati dan kemauan kalian. Dan.. lihat juga pilihan jurusan itu banyak dibutuhkan tidak didunia kerja, misalnya ni kalian memilih jurusan Teknik astronomi karena keren mau jadi astronot (wkwkk, ada ga sih jurusan teknik astronomi? haha intinya jangan yang terlalu,, yaa.. gimanaaa gitu) halian harus liat jurusan-jurusan mana yang sesuai bakat dan minat kalian namun juga banyak dibutuhkan dalam dunia kerja).
  • Lokasi dan Biaya (Ini juga perlu guys.. bagi kalian yang ingin kuliah diluar kota tempat tinggal kalian, benar-benar harus memperhatikan dan mempertimbangkan ini dengan baik ya.. jangan sampai kalian memilih lokasi kuliah yang jauh, tapi malah menyusahkan orang tua. jadi intinya, jika mau kuliah keluar daerah harus ada izin dan restu orang tua)
  • Gali Informasi Sebanyak Mungkin (sebelum menetapkan pilihan, carilah informasi sebanyak mungkin tentang jurusan yang hendak kalian pilih)

Sekiann… jangan lupa baca postingan selanjutnya yaaa

.

Hehe, maaf jika membuat kalian penasaran, terimakasih sudah membaca. Jika berkenan, mohon di like dan memberikan komentar kalian untuk postingan ini.

Advertisements

Author:

Student at Islamic Economics Syiah Kuala University Student at English Department UIN Ar-Raniry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s